19 Februari 2026
Mesin yang belajar dari saya, dan sebaliknya
Setahun terakhir hampir semua kerja visual saya lewat model generatif. Orang biasanya menanyakan dua hal: apakah ini curang, dan apakah pekerjaan saya akan hilang.
Saya lebih tertarik pada pertanyaan ketiga, yang jarang ditanya: apa yang saya jadi tahu tentang selera saya sendiri setelah harus menuliskannya ribuan kali?
Prompt adalah cermin yang tidak sopan
Waktu saya menggambar sendiri, banyak keputusan tidak pernah jadi kalimat. Tangan tahu, kepala tidak perlu tahu. Model tidak memberi kemewahan itu. Dia menuntut semuanya dinyatakan, dan yang tidak dinyatakan akan diisi sendiri olehnya dengan rata-rata dunia.
Ternyata banyak sekali hal yang saya kira selera saya, padahal cuma kebiasaan tangan.
Yang tidak bisa didelegasikan
Model bagus dalam memproduksi kemungkinan. Dia sangat buruk dalam tahu kapan berhenti.
Sepanjang tahun ini pekerjaan saya bergeser: dari yang membuat, jadi yang memilih dan yang bilang cukup. Itu terdengar seperti penurunan pangkat, dan selama beberapa bulan rasanya memang begitu. Sekarang saya pikir sebaliknya — memilih selalu bagian yang paling sulit, dan selama ini dia cuma bersembunyi di balik kesibukan mengerjakan.
Satu hal praktis
Simpan prompt yang gagal. Bukan yang berhasil.
Yang berhasil cuma memberi tahu ke mana Anda sampai. Yang gagal memberi tahu di mana batasnya.